Rangkuman bab 3 - Dampak Sosial Informatika
Raditya Rakha Devara 8D/23 - Rangkuman Bab 3 - Dampak Sosial Informatika
Pendahuluan
Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap
kehidupan manusia. Salah satu terobosan terpenting adalah hadirnya internet,
yang berperan sebagai sarana komunikasi global tanpa hambatan ruang maupun
waktu. Kehadiran internet berdampak pada berbagai bidang, mulai dari pola
komunikasi, proses belajar, cara bekerja, hingga aktivitas bersosialisasi
sehari-hari.
Di antara
banyak layanan berbasis internet, aplikasi percakapan menjadi salah satu yang
paling sering dipakai masyarakat. Lewat aplikasi ini, orang bisa saling
berkirim pesan, melakukan panggilan suara atau video, mengirim berkas, bahkan
mengadakan rapat daring bersama. Contoh aplikasi populer yang umum digunakan
antara lain WhatsApp, Telegram, Zoom, Google Meet, Facebook Messenger, Line,
dan WeChat.
Meski
begitu, pemanfaatan aplikasi percakapan juga membawa konsekuensi sosial. Ada
sisi positif, seperti memperlancar komunikasi, namun juga ada sisi negatif,
misalnya kecanduan terhadap perangkat digital.
1. Internet dan Pengaruhnya
Sebelum kita masuk ke dampak internet dan pengaruhnya, mari kita simak video ini!
Internet
merupakan jaringan global yang menghubungkan miliaran perangkat di seluruh
dunia. Berkat internet, orang dapat mencari informasi, berkomunikasi,
bertransaksi, maupun menikmati hiburan hanya dalam hitungan detik.
Dampak
Positif Internet
- Kemudahan komunikasi: orang dapat berinteraksi dengan
cepat, murah, dan praktis.
- Akses informasi luas: pengetahuan dari berbagai
belahan dunia dapat dijangkau dengan mudah.
- Dukungan terhadap pendidikan: tersedia banyak bahan belajar
digital, mulai dari e-book, video tutorial, hingga kursus daring.
- Produktivitas meningkat: pekerjaan bisa dilakukan jarak
jauh dengan bantuan aplikasi komunikasi dan kolaborasi.
- Peluang ekonomi baru: internet memunculkan
e-commerce, bisnis daring, dan pemasaran digital.
Dampak
Negatif Internet
- Kecanduan: penggunaan berlebihan dapat
membuat orang bergantung pada internet.
- Penyebaran informasi palsu: hoaks kerap menimbulkan
kesalahpahaman di masyarakat.
- Berkurangnya interaksi langsung: orang cenderung lebih banyak
berkomunikasi lewat layar.
- Ancaman keamanan data: risiko peretasan, pencurian
identitas, hingga penyalahgunaan akun meningkat.
- Gangguan kesehatan: penggunaan yang terlalu lama
bisa menimbulkan masalah pada mata, postur tubuh, hingga kondisi mental.
2.
Aplikasi Percakapan dan Perannya
a.
WhatsApp
WhatsApp
menjadi aplikasi percakapan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia.
Fitur utama:
- Obrolan pribadi maupun grup.
- Panggilan suara dan video.
- Berbagi foto, video, dokumen,
dan lokasi.
- Status untuk berbagi cerita
singkat.
- Enkripsi end-to-end demi
keamanan pesan.
Dampak
sosial:
WhatsApp mempermudah komunikasi cepat baik dalam keluarga, pekerjaan, sekolah,
maupun komunitas. Namun, grup WhatsApp kadang menimbulkan masalah, seperti spam
dan peredaran berita bohong.
b.
Telegram
Telegram
dikenal sebagai aplikasi percakapan dengan kapasitas besar dan sistem keamanan
yang baik.
Fitur utama:
- Grup hingga ratusan ribu
anggota.
- Kanal untuk menyiarkan pesan ke
banyak orang.
- Penyimpanan berbasis awan tanpa
membebani memori ponsel.
- Bot otomatis yang dapat membantu
tugas tertentu.
- Pesan rahasia dengan enkripsi
tambahan.
Dampak
sosial:
Telegram kerap digunakan komunitas besar, dunia pendidikan, atau organisasi.
Meski begitu, ada risiko penyalahgunaan kanal untuk menyebarkan konten
terlarang.
c. Zoom
Zoom menjadi
sangat populer sejak pandemi sebagai aplikasi rapat virtual.
Fitur utama:
- Konferensi daring dengan
kapasitas besar.
- Fitur berbagi layar untuk
presentasi.
- Breakout room untuk diskusi
kelompok kecil.
- Rekaman rapat.
- Chat dan polling dalam
pertemuan.
Dampak
sosial:
Zoom memungkinkan kegiatan pendidikan dan bisnis tetap berjalan. Akan tetapi,
penggunaan intensif dapat menimbulkan “Zoom fatigue” atau rasa lelah akibat
terlalu sering mengikuti rapat virtual.
d. Google
Meet
Google Meet
merupakan layanan rapat daring milik Google yang terintegrasi dengan Gmail dan
Classroom.
Fitur utama:
- Terhubung dengan Google
Kalender.
- Berbagi layar dan papan tulis
digital (Jamboard).
- Rekaman rapat.
- Perlindungan keamanan lewat akun
Google.
- Fitur teks otomatis dalam
berbagai bahasa.
Dampak
sosial:
Google Meet banyak dipakai dalam dunia pendidikan daring, memudahkan guru dan
siswa berinteraksi. Namun, tetap saja interaksi tatap muka tidak bisa
sepenuhnya tergantikan.
e.
Facebook Messenger
Messenger
adalah aplikasi bawaan dari Facebook untuk percakapan.
Fitur utama:
- Chat pribadi dan grup.
- Panggilan suara dan video.
- Terhubung dengan Marketplace.
- Permainan dan stiker.
- Enkripsi percakapan.
Dampak
sosial:
Messenger memperluas komunikasi antar pengguna Facebook. Namun, ada risiko
pencurian data dan maraknya penipuan daring.
f. Line
Line populer
di Asia, termasuk Jepang, Taiwan, dan sebagian pengguna Indonesia.
Fitur utama:
- Chat pribadi dan grup.
- Panggilan suara dan video
gratis.
- Koleksi stiker dan tema menarik.
- Line Today untuk membaca berita.
- Line Pay sebagai layanan
pembayaran digital.
Dampak
sosial:
Line bukan hanya aplikasi chat, melainkan ekosistem digital yang menyediakan
hiburan, berita, hingga transaksi. Sayangnya, pengguna sering menjadi terlalu
fokus pada layar.
g. WeChat
WeChat
berasal dari Tiongkok, memadukan komunikasi, layanan sosial, dan finansial.
Fitur utama:
- Chat dan panggilan suara maupun
video.
- Fitur “Momen” untuk berbagi
status.
- WeChat Pay untuk transaksi
keuangan.
- Mini-apps untuk belanja,
transportasi, hingga hiburan.
- Terintegrasi dengan layanan
pemerintah di Tiongkok.
Dampak
sosial:
WeChat membantu mempermudah kehidupan sehari-hari, tetapi ada kekhawatiran soal
privasi akibat pengawasan pemerintah yang ketat.
3. Emoji
sebagai Bahasa Digital
Dalam
komunikasi teks, ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh sulit ditangkap.
Emoji hadir untuk mengisi kekosongan tersebut, menjadi simbol visual yang
menyampaikan emosi atau gagasan. Hampir semua aplikasi percakapan—WhatsApp,
Telegram, Line, WeChat, Zoom, hingga Google Meet—menyediakan emoji agar
percakapan lebih ekspresif.
Sejarah
Singkat Emoji
Emoji
pertama kali dibuat di Jepang pada akhir 1990-an. Kata “emoji” berasal dari
bahasa Jepang: e (gambar) dan moji (karakter). Shigetaka Kurita
menciptakan 176 emoji awal untuk NTT DoCoMo pada 1999. Awalnya hanya
menampilkan ekspresi sederhana, kini emoji sudah mencapai lebih dari 3.000
jenis yang terus diperbarui oleh Unicode Consortium.
Fungsi
Emoji dalam Komunikasi
- Ekspresi emosi: 😊 untuk senang, 😢 untuk sedih, 😡 untuk marah.
- Mengurangi salah paham: emoji memperjelas maksud pesan
teks.
- Membuat obrolan lebih menarik: menjadikan percakapan santai
dan menyenangkan.
- Bahasa universal: dapat dipahami lintas bahasa.
- Representasi budaya: tersedia emoji dengan variasi
warna kulit, profesi, bendera, hingga simbol budaya.
Dampak
Sosial Emoji
Positif:
- Menambah nuansa emosional dalam
percakapan.
- Membantu mempererat hubungan
digital.
- Mendorong kreativitas, misalnya
untuk permainan atau kode.
- Bisa dimanfaatkan dalam
pendidikan interaktif.
Negatif:
- Rentan salah tafsir, misalnya 🙏 bisa berarti terima kasih atau
berdoa.
- Mengurangi kesan formal dalam
komunikasi profesional.
- Ketergantungan, orang sulit
menulis tanpa emoji.
- Bias budaya, belum semua budaya
terwakili dalam emoji.
4. Dampak
Sosial Aplikasi Percakapan
Dampak
Positif
- Menguatkan hubungan: komunikasi dengan keluarga,
teman, dan rekan kerja lebih mudah.
- Meningkatkan efisiensi kerja: koordinasi bisa dilakukan cepat
lewat grup dan konferensi video.
- Mendukung pendidikan daring: guru dan siswa tetap bisa
berinteraksi jarak jauh.
- Membuka peluang bisnis: usaha kecil dapat berpromosi
dan berjualan lewat aplikasi.
- Pertukaran budaya: orang bisa berinteraksi lintas
negara dan budaya.
Dampak
Negatif
- Hoaks cepat menyebar melalui grup percakapan.
- Privasi rawan terganggu akibat kebocoran data.
- Kecanduan gawai membuat orang sulit lepas dari
layar.
- Mengurangi interaksi tatap muka karena komunikasi digital lebih
sering dipilih.
- Meningkatkan risiko perundungan
daring.
5. Tips
Menggunakan Aplikasi Percakapan Secara Bijak
- Batasi waktu penggunaan agar
tidak kecanduan.
- Saring informasi dengan
memverifikasi kebenarannya sebelum membagikan.
- Tetap menjaga etika komunikasi
meskipun tidak bertemu langsung.
- Lindungi data pribadi dengan
sandi kuat serta fitur keamanan.
- Seimbangkan komunikasi digital
dengan interaksi nyata di dunia nyata.
Kesimpulan
Internet dan
aplikasi percakapan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat
modern. Platform seperti WhatsApp, Telegram, Zoom, Google Meet, Messenger,
Line, dan WeChat mempermudah interaksi, pekerjaan, pembelajaran, hingga bisnis.
Meski
demikian, di balik manfaatnya, ada pula dampak negatif seperti penyebaran
hoaks, ancaman privasi, hingga kecanduan digital. Karena itu, penggunaan
aplikasi percakapan perlu dilakukan secara cerdas, proporsional, dan
bertanggung jawab. Dengan demikian, teknologi dapat benar-benar menjadi sarana
yang memberi manfaat positif bagi kehidupan sosial manusia.
ini bermanfaat bangett sama informatif banget, wajib baca sii rekomen bangett
ReplyDelete